Tema : TANTANGAN NILAI DAN IDENTITAS MINANGKABAU MASA KINITanggal: 28 Juni 2025 (batch I) & 18 Juli 2025 (batch II)Tempat: Auditorium Universitas YARSITotal Peserta: 823 orang Keynote Speakers Batch I: Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim (Tokoh Diaspora Minang Peduli Adat & Budaya Minangkabau dari Negeri Sembilan, Malaysia) Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D (Tokoh Pendidikan/Intelektual) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc Panelis Batch I: Dr. H. Anwar Abbas, M.M. (Tokoh Agama/Ulama) Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D (Tokoh Pendidikan/Intelektual) Azmi dt. Bagindo Alya Lawindo, (Tokoh Muda Luar Negeri) Keynote Speakers Batch II: Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim (Tokoh Diaspora Minang Peduli Adat & Budaya Minangkabau dari Negeri Sembilan, Malaysia) Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D (Tokoh Pendidikan/Intelektual) Panelis Batch II: Dr. H. Anwar Abbas, M.M. (Tokoh Agama/Ulama) Prof.DR.H.Fauzi Bahar.M.Si.dt.Nan Sati Fadly Amran, B.B.A., Datuak Panduko Malano Dr. Sastri Sunarti Sweeney, (Kepala Pusat Riset Manuskrip dan Tradisi) Tujuan: Meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pelestarian adat, budaya, dan sistem sosial Minangkabau. Mengkaji peran strategis pendidikan formal dan nonformal dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya Minangkabau di era modern. Menyediakan ruang dialog yang inklusif dan konstruktif bagi pemangku kepentingan—termasuk tokoh adat, akademisi, praktisi budaya, serta generasi muda—untuk berbagi pandangan dan Membangun jejaring kolaborasi lintas sektor (pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan dunia usaha) dalam mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan generasi muda Minangkabau sebagai bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045. Manfaat: Meningkatnya pemahaman kolektif terhadap nilai-nilai luhur Minangkabau serta tantangan pelestariannya di era modern. Tersusunnya rumusan dan rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program pelestarian budaya dan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Minangkabau. Terbentuknya sinergi dan kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan ekosistem budaya Minangkabau yang inklusif dan berkelanjutan. Meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan pelestarian budaya dan pengembangan potensi lokal sebagai bagian dari kontribusi menuju Generasi Emas Minangkabau. Dokumentasi